Layar Dakwah membuka posko mengaji bagi anak-anak korban banjir di Aceh Tamiang pada malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di musholla darurat yang dibangun secara swadaya oleh warga di kawasan pengungsian banjir Kec. Rantau, Aceh Tamiang, Aceh.
Posko mengaji tersebut dibuka sebagai upaya menghadirkan ruang pembinaan spiritual bagi anak-anak yang terdampak bencana. Selama hampir satu bulan pascabanjir, aktivitas belajar mengaji anak-anak terhenti akibat musibah yang melanda wilayah mereka. Selain tempat tinggal, banjir juga menghanyutkan perlengkapan ibadah, termasuk Al-Qur’an dan buku Iqro milik anak-anak.
Layar Dakwah bersama santri turun langsung mendatangi tenda-tenda pengungsian untuk mengajak anak-anak mengikuti kegiatan mengaji di musholla darurat. Kehadiran posko ini diharapkan dapat menjadi warna baru sekaligus pengobat kerinduan anak-anak terhadap kegiatan keagamaan yang selama ini terhenti.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak dibimbing membaca Al-Fatihah dengan benar serta mengikuti sesi mengaji bersama. Meski dalam keterbatasan sarana, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka mengikuti kegiatan dengan semangat, mencerminkan kerinduan untuk kembali belajar dan beribadah seperti sebelum bencana terjadi.
Kegiatan posko mengaji ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai bentuk penguatan mental dan spiritual bagi anak-anak pengungsi. Layar Dakwah berharap kegiatan ini dapat membantu anak-anak tetap memiliki ketenangan batin dan semangat di tengah situasi sulit akibat bencana banjir.
Sebagai penutup kegiatan, Layar Dakwah membagikan bingkisan jajanan kepada anak-anak pengungsi. Momen tersebut disambut dengan keceriaan dan tawa anak-anak, menjadi suasana hangat di tengah kondisi pengungsian yang serba terbatas.
Melalui kegiatan ini, Layar Dakwah menegaskan komitmennya dalam menjalankan dakwah kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana. Lembaga tersebut menyatakan akan terus berupaya mendampingi para pengungsi banjir di Aceh Tamiang melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

